Showing posts with label Sepak Bola. Show all posts
Andik Pertemukan Persebaya dan Kelantan FA
Klub Indonesian Premier League (IPL), Persebaya Surabaya, mendapat tantangan dari juara Liga Malaysia, Kelantan FA. Tantangan ini muncul karena Kelantan terpukau permainan bintang Persebaya, Andik Vermansyah. Kedua tim akan bertanding dalam laga persahabatan internasional yang digagas Yayasan Persahabatan Malaysia-Indonesia (Permai) dua kali.
Pertandingan pertama berlangsung di Stadion Sultan Muhammed Ke IV, Kota Bharu, 23 Desember 2011. Lima hari berikutnya, giliran Persebaya yang akan menjamu Kelantan di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya.
Persebaya bakal memboyong 25 orang ke Malaysia yang dijadwalkan berangkat pada 21 Desember. Menurut Humas Persebaya, Ram Surahman, selain nama besar Persebaya yang sudah lama dikenal di Malaysia, pihak Kelantan rupanya terpikat dengan aksi Andik Vermansah saat membela Timnas U-23 di ajang SEA Games XXVI lalu.
"Apalagi Andik tampil memukau saat membela Indonesia Selection melawan LA Galaxy," kata Ram seperti dilansir situs resmi Liga Prima Indonesia. "Ini juga sebagai hiburan segar bagi Bonekmania selama libur Natal nanti," tambahnya.
Sementara itu, Presiden Persatuan Bola Sepak Kelantan (KAFA), Tan Sri Annuar Musa, mengatakan, laga melawan Persebaya merupakan bagian dari persiapan timnya menghadapi MSL musim berikutnya. Apalagi, "Skuad Kijang Emas" juga tengah bersiap menghadapi juara Piala Malaysia, Negeri Sembilan, di Stadium Sultan Mohamad Ke-IV, 7 Januari 2012, dalam perebutan Piala Sumbangsih.
Kelantan FA sendiri diperkuat beberapa pemain Timnas U-23 dan tim senior Malaysia, seperti kiper Khairul Fahmi Che Mat, Abdul Aziz Ismail, Mohd Rizal Fahmi Abdul Rosid, Norshahrul Idlan Talaha, dan Mohammed Ghaddar.
Brasil Adakan Pemilihan Maskot PD 2014
SAO PAULO – Mentri Olahraga Brasil, Aldo Rebelo, mengatakan jika pihaknya akan melakukan jajak pendapat di internet dalam rangka memilih nama maskot untuk Piala Dunia 2014 nanti, pada pekan ini.
“Terdapat tiga pilihan nama maskot, yaitu saci, jaguar, dan macaw. Nah, ide saya adalah untuk menggelar kontes pemilihan nama tersebut untuk publik di internet. Jadi, semua pihak bisa memberikan ide dan pandangannya sendiri,” jelasnya, seperti dilansir The World Game, Kamis (14/12/2012).
“Tidak hanya pengusulan nama, saci, macaw , dan jaguar saja. Kita juga sudah mengajukan maskot tersebut ke panitia lokal Piala Dunia sebagai wujud dari pandangan seluruh masyarakat Brasil,” tambahnya.
Rebelo mengatakan jika pihaknya dan panitia lokal tidak akan ikut campur dalam pemilihan ini dan hanya akan memilih suara terbanyak saja. Ia sendiri sudah memiliki pilihan nama untuk maskot tersebut.
“Jadi, kementrian olahraga maupun panitia lokal tidak akan memilih nama tersebut, kita hanya akan memilih pemenangnya saja,” ujarnya.
Tapi, saya sendiri sangat setuju dengan nama saci. Namun, ada juga yang suka dengan nama jaguar, yang menjadi fauna khas Brasil tersebut,” ungkap Rebelo.
Maskot Piala Dunia sendiri pertama kali diperkenalkan saat Piala Dunia tahun 1966 di Inggris. Saat itu nama maskotnya adalah Willie the Lion, yang melambangkan Britania Raya dengan memakai seragam Union Flag bertuliskan “World Cup”.
sumber
“Terdapat tiga pilihan nama maskot, yaitu saci, jaguar, dan macaw. Nah, ide saya adalah untuk menggelar kontes pemilihan nama tersebut untuk publik di internet. Jadi, semua pihak bisa memberikan ide dan pandangannya sendiri,” jelasnya, seperti dilansir The World Game, Kamis (14/12/2012).
“Tidak hanya pengusulan nama, saci, macaw , dan jaguar saja. Kita juga sudah mengajukan maskot tersebut ke panitia lokal Piala Dunia sebagai wujud dari pandangan seluruh masyarakat Brasil,” tambahnya.
Rebelo mengatakan jika pihaknya dan panitia lokal tidak akan ikut campur dalam pemilihan ini dan hanya akan memilih suara terbanyak saja. Ia sendiri sudah memiliki pilihan nama untuk maskot tersebut.
“Jadi, kementrian olahraga maupun panitia lokal tidak akan memilih nama tersebut, kita hanya akan memilih pemenangnya saja,” ujarnya.
Tapi, saya sendiri sangat setuju dengan nama saci. Namun, ada juga yang suka dengan nama jaguar, yang menjadi fauna khas Brasil tersebut,” ungkap Rebelo.
Maskot Piala Dunia sendiri pertama kali diperkenalkan saat Piala Dunia tahun 1966 di Inggris. Saat itu nama maskotnya adalah Willie the Lion, yang melambangkan Britania Raya dengan memakai seragam Union Flag bertuliskan “World Cup”.
sumber
Transfer Guru ini Yakin Montolivo ke Inter
FIRENZE – Direktur Teknik Atalanta, Pierpaolo Marino beberapa tahun lalu pernah memprediksi gelandang Fiorentina, Riccardo Montolivo akan pindah dari La Viola dan prediksinya ternyata benar. Kini, dia memprediksi Montolivo akan hijrah ke Inter Milan. Benarkah prediksinya kali ini?
Padahal, gelandang alumni akademi Atalanta tersebut sangat diminati juga oleh AC Milan dan Juventus.
“Sudah dua tahun sejak saya katakan bahwa dia akan tinggalkan Fiorentina. Dan saya terus percaya dia akan pergi ke Inter. Surat kabar mungkin akan berkata berbeda tapi saya pikir pada akhirnya dia akan bergabung dengan Nerazzurri,” kata Marino seperti dikutip Football-Italia, Rabu (14/12/2011).
Marino tentu tidak asal bicara mengingat dia dikenal sebagai spesialis transfer. Sebelum bergabung dengan Atalanta musim ini, Marino merupakan Direktur Udinese dan dialah orang yang menemukan bakat-bakat Alexis Sanchez, Gokhan Inler, dan Samir Handanovic.
Selama 18 bulan terakhir ini Montolivo memang santer dikaitkan dengan klub lain tapi dia menolak untuk pindah. Kontrak gelandang tim nasional Italia berusia 26 tahun ini sendiri habis akhir musim ini.
sumber
Padahal, gelandang alumni akademi Atalanta tersebut sangat diminati juga oleh AC Milan dan Juventus.
“Sudah dua tahun sejak saya katakan bahwa dia akan tinggalkan Fiorentina. Dan saya terus percaya dia akan pergi ke Inter. Surat kabar mungkin akan berkata berbeda tapi saya pikir pada akhirnya dia akan bergabung dengan Nerazzurri,” kata Marino seperti dikutip Football-Italia, Rabu (14/12/2011).
Marino tentu tidak asal bicara mengingat dia dikenal sebagai spesialis transfer. Sebelum bergabung dengan Atalanta musim ini, Marino merupakan Direktur Udinese dan dialah orang yang menemukan bakat-bakat Alexis Sanchez, Gokhan Inler, dan Samir Handanovic.
Selama 18 bulan terakhir ini Montolivo memang santer dikaitkan dengan klub lain tapi dia menolak untuk pindah. Kontrak gelandang tim nasional Italia berusia 26 tahun ini sendiri habis akhir musim ini.
sumber
Justin Bieber Pukau Torres dan lampard
LONDON - Chelsea tampaknya kedatangan "bintang muda baru". Bintang pop remaja, Justin Bieber, berhasil memukau dua pesepak bola Chelsea, Torres dan Frank Lampard.
Keahliannya mengolah bola membuat dua bintang sepak bola itu takjub dengan kemampuannya menggiring bola. Dengan berkonstum Chelsea, Bieber juga menunjukkan keahlian free style mengolah bola.
The Sun mencatat pemain "The Blues" mengundang penyanyi berusia 17 tahun ini untuk melakukan tur di Stamford Bridge, bulan lalu. Mereka pun melakoni permainan singkat bersama.
Mengejutkan, Bieber berhasil menyarangkan bola di gawang yang waktu itu dijaga oleh Lampard. Keberhasilannya ini menuai pujian dari Lampard dan Torres sepanjang tur kamar ganti VIP setelah permainan di lapangan selesai.
Bieber sangat tertarik dengan sepak bola. Awal tahun ini, dia juga telah memperoleh kesempatan yang sama ke Barcelona pada awal 2011.
Keahliannya mengolah bola membuat dua bintang sepak bola itu takjub dengan kemampuannya menggiring bola. Dengan berkonstum Chelsea, Bieber juga menunjukkan keahlian free style mengolah bola.
The Sun mencatat pemain "The Blues" mengundang penyanyi berusia 17 tahun ini untuk melakukan tur di Stamford Bridge, bulan lalu. Mereka pun melakoni permainan singkat bersama.
Mengejutkan, Bieber berhasil menyarangkan bola di gawang yang waktu itu dijaga oleh Lampard. Keberhasilannya ini menuai pujian dari Lampard dan Torres sepanjang tur kamar ganti VIP setelah permainan di lapangan selesai.
Bieber sangat tertarik dengan sepak bola. Awal tahun ini, dia juga telah memperoleh kesempatan yang sama ke Barcelona pada awal 2011.
GAMELLAGGIO LAZIO-INTER DAN RIVALITAS LAZIO-ROMA
Sebuah Catatan Panjang Sejarah dan Kejadian Dramatis
Stadio Giuseppe Meazza, San Siro, Milano, 23 April 2011. Menjelang laga Inter vs Lazio di pekan-pekan terakhir yang krusial di Serie A musim 2011/2012. Lazio sedang bersaing keras dengan Udinese untuk mengamankan tempat di UCL dan Inter sedang berjuang keras menghidupkan asa scudetto yang hampir pasti diraih AC Milan. Ketika kedua tim memasuki lapangan, dari salah satu bagian stadion puluhan flare warna biru langit dinyalakan, disusul pekikan ribuan orang: “A Roma Ce Solo Lazio” atau “Di Kota Roma Hanya Ada Lazio”. Kita yang hanya menyaksikan lewat televisi tentu mengira itu adalah ulah suporter Lazio. Sebenarnya bukan, flare dan teriakan itu justru dilakukan dari Curva Nord Stadio GM oleh puluhan ribu Interisti yang tergabung dalam Boys SAN dan beberapa kelompok ultras Inter lainnya. Baru setelah itu dari sisi Irriducibili Lazio dinyalakan flare warna biru gelap (warna Inter) dan para Laziali meneriakkan “Forza Inter Ale”. Itu adalah ritual selamat datang dari Interisti untuk Laziali dan tanda persahabatan Laziali bagi Interisti. Ritual itu sudah berusia lebih dari satu dekade sejak kedua kelompok suporter ultras menjalin gamellaggio (twinning, persaudaraan). Di Stadio Olimpico, ritual dilakukan sebaliknya. Irriducibili Lazio menyalakan flare biru gelap disertai teriakan “Forza Inter Ale” dan dibalas oleh Interisti dengan flare biru langit dan teriakan “A Roma Ce Solo Lazio.”
Mengapa kita bersahabat dengan Lazio? Karena sama-sama menempati Curva Nord? Dan mengapa Lazio berseteru dengan AS Roma? Karena menghuni kota yang sama?
Itu memang salah satu alasan tetapi latar belakang sesungguhnya adalah sebuah sejarah panjang dan kompleks, dimulai bahkan dari saat awal eksistensi kedua klub itu. Takdir Mulai Saat Kelahiran SS Lazio dibentuk tahun 1900 oleh para politisi dan usahawan berhaluan politik kanan dan anti-Yahudi serta berbasis pendukung kaum terpelajar dan kalangan menengah-atas Roma. Kelompok berhaluan serupa juga lah yang mendirikan Inter saat melepaskan diri dari AC Milan tahun 1908. Saat diktator fasis Benito Mussolini berkuasa di Italia, dia memerintahkan semua klub di kota Roma di-merger menjadi AS Roma tahun 1927. Semua mematuhi, kecuali SS Lazio yang menentang dan tetap berdiri sendiri. AS Roma dikuasai oleh golongan kiri dan didukung oleh kelas buruh dan masyarakat Yahudi (kelompok serupa yang mendukung AC Milan). Di kota Milan, Mussolini melakukan hal yang sama, dan Inter melakukan penentangan yang sama sehingga sementara harus berganti nama menjadi Ambrosiana Milano. Sejarah awal ini telah menyemai ikatan antara SS Lazio dan Inter serta menempatkan AS Roma dan AC Milan pada pihak yang berseberangan. Lokasi yang sama di Curva Nord (Lazio dan Inter) dan di Curva Sud (AS Roma dan AC Milan) makin mempertajam perbedaan ini. Dan, tentu saja, faktor lokasi di Kota yang sama menjadikan persaingan Lazio-Roma menjadi semakin memanas. Lazio dan pendukungnya merasa sebagai yang pertama di Roma, sedangkan AS Roma menganggap dirinya satu-satunya klub yang menyandang nama kota. Persaingan ini sedemikian panasnya, sehingga Derby della Capitale (SS Lazio vs AS Roma) dinobatkan sebagai derbi paling panas di Italia bahkan di Eropa, melebihi Derby della Madoninna (Inter vs Milan), Derby Manchester (MU vs Manchester City) bahkan mengungguli El Classico (Barcelona vs Madrid). Kalau Interisti dan Milanisti hanya panas di dunia maya tetapi bersahabat di dunia nyata, Laziali dan Romanisti berseteru dalam arti sebenarnya, di dunia maya maupun di dunia nyata. Hampir tak pernah terjadi Derby della Capitale tanpa kerusuhan. Tercatat beberapa nyawa melayang dan ratusan orang telah terluka karena derbi ini. Derby della Capitale adalah “neraka” sepakbola Italia. Gamellaggio Lazio-Inter Persaudaraan ini terjadi sepanjang sejarah. Tak pernah ada catatan insiden antara Laziali dan Interisti. Kesamaan aliran politik dan basis pendukung membuat kedua kelompok suporter ini selalu rukun. Gamellaggio secara formal terjadi saat kedua suporter bertemu dalam final UEFA Cup tahun 1998 di Paris yang dimenangkan Inter dengan 3-0. Sikap ksatria Irriducibili Lazio dan sikap simpatik Boys SAN Inter membuat kedua suporter mendapatkan penghargaan fair play dari UEFA. Dan saat itu tercapailah kesepakatan persaudaraan antara Laziali dan Interisti yang makin menguat hingga hari ini.
Inilah beberapa kejadian unik yang menunjukkan eratnya gamellagio Lazio-Inter: Nasib Tragis Zaccheroni,
5 Mei 2002 Pada pertandingan giornata 34 musim 2001/2002 tanggal (match terakhir, karena saat itu Serie A hanya berisi 18 tim), terjadi peristiwa yang unik di Stadio Olimpico pada laga Lazio vs Inter. Saat itu Inter di ambang juara karena cukup dengan mengalahkan Lazio maka mereka akan meraih scudetto mengungguli Juventus. Maka Laziali di Stadio Olimpico, dimotori Irriducubili Lazio mendukung Inter habis-habisan dan meminta Lazio kalah, agar yang mendapatkan scudetto Inter, rival Lazio: Juventus. Sayangnya malam itu para punggawa Nerazzurri gagal meraih scudetto yang sudah di depan mata, kalah 2-4 dari Biancoceleste. Dan Juventus merebut scudetto dengan 71 poin, diikuti Roma dengan 70 poin. Inter sendiri di posisi ketiga dengan 69 poin. Akibat kejadian ini, Irriducibili Lazio mendemo manajemen Lazio dan meminta allenatore Lazio, Alberto Zaccheroni dipecat. Zaccheroni pun akhirnya mengundurkan diri. Dia dimusuhi Laziali justru karena timnya memenangkan laga. Ironis, tapi itulah jiwa
Irriducibili Lazio: persahabatan dan solidaritas ditempatkan di atas sepak bola itu sendiri.
Stadion Giuseppe Meazza Tanpa Banner dan Flare, 15 November 2007 Empat hari sebelumnya, seorang DJ terkenal di kota Roma, Gabriele Sandri, seorang pendukung ultras Lazio, menjadi korban tak berdosa dalam kerusuhan antara sekelompok suporter anarkis Juventus dan kepolisian kota Roma. Sandri tertembak di bagian belakang kepalanya oleh polisi. Kerusuhan pun meledak, menuntut keadilan. Tidak hanya karena para Laziali menyerang kantor polisi Roma, tapi juga di Milano, oleh Interisti menyerang kantor polisi Milano, menunjukkan solidaritasnya. Untuk menghormati Sandri, Inter menunda sehari pertandingan Inter vs Lazio di Stadio Giuseppe Meazza yang seharusnya digelar 14 November. Saat pertandingan berlangsung, Boys SAN Inter memprakarsai mengheningkan cipta selama 5 menit di stadion untuk menghormati Sandri. Dan malam itu, di Curva Nord Giuseppe Meazza, tempat para Interisti, sama sekali tidak terlihat sepotong pun spanduk, banner ataupun sebuah flare pun yang mereka nyalakan. Kelompok-kelompok ultras Inter hanya membentangkan sebuah spanduk besar dengan tulisan warna biru langit berlatar belakang biru gelap bertuliskan: “Gabriele Sandri, Kau Akan Selalu Berada di Hati Kami”.
Korban Berikutnya, Jersey No 12 SS Lazio, Minggu, 2 Mei 2010, Stadio Olimpico Roma dipenuhi pendukung Lazio dan Inter yang menantikan pertandingan Serie A giornata 36 musim 2009/2010. Pertandingan ini sangat menentukan bagi kedua tim. Bagi inter, memenangi pertandingan ini akan mempermudah meraih Scudetto, dan akan mengambil alih poisisi cappolista dari AS Roma yang sementara unggul 1 poin. Bagi Lazio memenangi pertandingan ini akan lebih mengamankan diri dari kemungkinan degradasi ke Serie B, karena saat itu Lazio berada di posisi 17 dan hanya terpaut 4 poin dari zona merah. Ritual gamellagio seperti pada pembuka tulisan ini pun dilakukan. Itu hal biasa. Yang luar biasa adalah banyak bendera Inter dan spanduk-spanduk pemberi semangat bagi Inter dikibarkan oleh Irriducibili Lazio. Yang paling mencengangkan tentu saja sebuah spanduk para Laziali yang ditujukkan kepada para pemain Lazio sendiri: "Kalau sampai menit ke 80 Lazio unggul, kami akan masuk ke lapangan!" Spanduk ini disita polisi tak lama kemudian tetapi muncul spanduk-spanduk lain yang tak kalah mengerikan: "Nando (maksudnya Fernando Muslera), biarkan bola melewatimu, dan kami akan tetap menyayangimu." "Zarate, satu gol saja kau cetak, kami paketkan kau ke Buenos Aires." Rupa-rupanya para pendukung Lazio ingin agar Inter mengalahkan timnya malam itu, untuk melicinkan jalan Inter menuju scudetto. Mereka lebih memilih risiko Lazio turun ke Serie B daripada Roma yang memperoleh scudetto. Suasana pertandingan pun menjadi sangat aneh. Lazio sama sekali tidak memperoleh dukungan fans-nya sendiri walaupun bermain di Olimpico. Sebaliknya Inter sebagai tamu justru memperoleh dukungan luar biasa. Setiap kali pemain Inter menguasai bola, para Laziali berteriak, "Biarkan mereka lewat!" Malam itu portiere Lazio, Fernando Muslera, bermain sangat gemilang. Tak kurang dari 10 penyelamatan luar biasa dilakukannya. Tiap kali Muslera menggagalkan gol Inter, teriakan cemoohan pun berkumandang ke arahnya. Akhirnya pada injury time babak pertama, tandukan Walter Samuel mengubah skor menjadi 0-1. Stadion bergelegar dan muncul spanduk ejekan dari Laziali bertuliskan, "Oh, Noooo Roma!" dan, "Scudetto Game Over, Roma!" Di babak kedua mental pemain Lazio (kecuali Muslera yang tetap bermain gemilang) pun runtuh. Kesalahan demi kesalahan dilakukan dan membuat Thiago Motta menggenapkan kemenangan Inter menjadi 0-2 di menit ke 70. Di akhir pertandingan, para pemain Lazio meninggalkan pertandingan dengan sedih dan marah karena merasa “dihianati” Laziali. Presiden Roma, Rosella Sensi mengecam habis-habisan ulah Laziali tersebut. Jose Mourinho hanya berkomentar pendek, "Saya belum pernah menyaksikan yang seperti ini." Asisten pelatih Lazio mengakui bahwa anak asuhnya sangat terpengaruh oleh suasana stadion dan tidak bisa menampilkan performa terbaiknya. Inter akhirnya merebut scudetto 2009/2010 dengan keunggulan 2 poin atas AS Roma. Syukurlah, Lazio mampu memenangi 2 laga sisa, terhindar degradasi dan menempati posisi akhir klasemen di urutan ke 12. Insiden ini membuat presiden Lazio, Claudio Lotito marah besar.
Tahun 2003 Lazio memutuskan untuk mengistirahatkan jersey no. 12 sebagai penghormatan pada Irriducibili Lazio sebagai "pemain ke 12". Tetapi karena kejadian ini (ditambah lagi dengan kehadiran politisi lawan Lotito di tribun Irriducibili Lazio beberapa pertandingan sebelumnya) maka jersey no. 12 ditarik kembali dari peristirahatannya dan pada musim 2010/2011 dipakai oleh portiere kedua Lazio, Tomasso Berni. Musim 2011/2012 jersey no 12 dipakai oleh difensore Marius Stankevicius. Satu bukti lagi, bahwa bagi Irriducibili Lazio, persahabatan dan solidaritas adalah yang terpenting.
Kawan dan Rival Bersama, Bagaimana di Indonesia? Sejarah telah berbicara, dan akhirnya menempatkan AS Roma, AC Milan dan Juventus sebagai rival bersama Lazio dan Inter. Di Indonesia, gamellagio Lazio-Inter ini masih sangat kurang terasa. Tak jarang Laziali dan Interisti justru terlibat perdebatan panas di berbagai grup dan fanpage. Padahal di Italia, persaudaraan ini demikian erat di dunia maya dan di dunia nyata. Yang telah ada adalah menempatkan AS Roma, AC Milan dan Juventus sebagai rival bersama. Satu keanehan lagi di Indonesia, Milanisti dan Juventini cenderung bersahabat, sementara di Italia, mereka berdua adalah rival.
(Dari berbagai sumber: Forum LaCurvaNord, LazioForever, ForzaInterForums, UltrasLazio dan IrriducibiliLazio).
Stadio Giuseppe Meazza, San Siro, Milano, 23 April 2011. Menjelang laga Inter vs Lazio di pekan-pekan terakhir yang krusial di Serie A musim 2011/2012. Lazio sedang bersaing keras dengan Udinese untuk mengamankan tempat di UCL dan Inter sedang berjuang keras menghidupkan asa scudetto yang hampir pasti diraih AC Milan. Ketika kedua tim memasuki lapangan, dari salah satu bagian stadion puluhan flare warna biru langit dinyalakan, disusul pekikan ribuan orang: “A Roma Ce Solo Lazio” atau “Di Kota Roma Hanya Ada Lazio”. Kita yang hanya menyaksikan lewat televisi tentu mengira itu adalah ulah suporter Lazio. Sebenarnya bukan, flare dan teriakan itu justru dilakukan dari Curva Nord Stadio GM oleh puluhan ribu Interisti yang tergabung dalam Boys SAN dan beberapa kelompok ultras Inter lainnya. Baru setelah itu dari sisi Irriducibili Lazio dinyalakan flare warna biru gelap (warna Inter) dan para Laziali meneriakkan “Forza Inter Ale”. Itu adalah ritual selamat datang dari Interisti untuk Laziali dan tanda persahabatan Laziali bagi Interisti. Ritual itu sudah berusia lebih dari satu dekade sejak kedua kelompok suporter ultras menjalin gamellaggio (twinning, persaudaraan). Di Stadio Olimpico, ritual dilakukan sebaliknya. Irriducibili Lazio menyalakan flare biru gelap disertai teriakan “Forza Inter Ale” dan dibalas oleh Interisti dengan flare biru langit dan teriakan “A Roma Ce Solo Lazio.”
Mengapa kita bersahabat dengan Lazio? Karena sama-sama menempati Curva Nord? Dan mengapa Lazio berseteru dengan AS Roma? Karena menghuni kota yang sama?
Itu memang salah satu alasan tetapi latar belakang sesungguhnya adalah sebuah sejarah panjang dan kompleks, dimulai bahkan dari saat awal eksistensi kedua klub itu. Takdir Mulai Saat Kelahiran SS Lazio dibentuk tahun 1900 oleh para politisi dan usahawan berhaluan politik kanan dan anti-Yahudi serta berbasis pendukung kaum terpelajar dan kalangan menengah-atas Roma. Kelompok berhaluan serupa juga lah yang mendirikan Inter saat melepaskan diri dari AC Milan tahun 1908. Saat diktator fasis Benito Mussolini berkuasa di Italia, dia memerintahkan semua klub di kota Roma di-merger menjadi AS Roma tahun 1927. Semua mematuhi, kecuali SS Lazio yang menentang dan tetap berdiri sendiri. AS Roma dikuasai oleh golongan kiri dan didukung oleh kelas buruh dan masyarakat Yahudi (kelompok serupa yang mendukung AC Milan). Di kota Milan, Mussolini melakukan hal yang sama, dan Inter melakukan penentangan yang sama sehingga sementara harus berganti nama menjadi Ambrosiana Milano. Sejarah awal ini telah menyemai ikatan antara SS Lazio dan Inter serta menempatkan AS Roma dan AC Milan pada pihak yang berseberangan. Lokasi yang sama di Curva Nord (Lazio dan Inter) dan di Curva Sud (AS Roma dan AC Milan) makin mempertajam perbedaan ini. Dan, tentu saja, faktor lokasi di Kota yang sama menjadikan persaingan Lazio-Roma menjadi semakin memanas. Lazio dan pendukungnya merasa sebagai yang pertama di Roma, sedangkan AS Roma menganggap dirinya satu-satunya klub yang menyandang nama kota. Persaingan ini sedemikian panasnya, sehingga Derby della Capitale (SS Lazio vs AS Roma) dinobatkan sebagai derbi paling panas di Italia bahkan di Eropa, melebihi Derby della Madoninna (Inter vs Milan), Derby Manchester (MU vs Manchester City) bahkan mengungguli El Classico (Barcelona vs Madrid). Kalau Interisti dan Milanisti hanya panas di dunia maya tetapi bersahabat di dunia nyata, Laziali dan Romanisti berseteru dalam arti sebenarnya, di dunia maya maupun di dunia nyata. Hampir tak pernah terjadi Derby della Capitale tanpa kerusuhan. Tercatat beberapa nyawa melayang dan ratusan orang telah terluka karena derbi ini. Derby della Capitale adalah “neraka” sepakbola Italia. Gamellaggio Lazio-Inter Persaudaraan ini terjadi sepanjang sejarah. Tak pernah ada catatan insiden antara Laziali dan Interisti. Kesamaan aliran politik dan basis pendukung membuat kedua kelompok suporter ini selalu rukun. Gamellaggio secara formal terjadi saat kedua suporter bertemu dalam final UEFA Cup tahun 1998 di Paris yang dimenangkan Inter dengan 3-0. Sikap ksatria Irriducibili Lazio dan sikap simpatik Boys SAN Inter membuat kedua suporter mendapatkan penghargaan fair play dari UEFA. Dan saat itu tercapailah kesepakatan persaudaraan antara Laziali dan Interisti yang makin menguat hingga hari ini.
Inilah beberapa kejadian unik yang menunjukkan eratnya gamellagio Lazio-Inter: Nasib Tragis Zaccheroni,
5 Mei 2002 Pada pertandingan giornata 34 musim 2001/2002 tanggal (match terakhir, karena saat itu Serie A hanya berisi 18 tim), terjadi peristiwa yang unik di Stadio Olimpico pada laga Lazio vs Inter. Saat itu Inter di ambang juara karena cukup dengan mengalahkan Lazio maka mereka akan meraih scudetto mengungguli Juventus. Maka Laziali di Stadio Olimpico, dimotori Irriducubili Lazio mendukung Inter habis-habisan dan meminta Lazio kalah, agar yang mendapatkan scudetto Inter, rival Lazio: Juventus. Sayangnya malam itu para punggawa Nerazzurri gagal meraih scudetto yang sudah di depan mata, kalah 2-4 dari Biancoceleste. Dan Juventus merebut scudetto dengan 71 poin, diikuti Roma dengan 70 poin. Inter sendiri di posisi ketiga dengan 69 poin. Akibat kejadian ini, Irriducibili Lazio mendemo manajemen Lazio dan meminta allenatore Lazio, Alberto Zaccheroni dipecat. Zaccheroni pun akhirnya mengundurkan diri. Dia dimusuhi Laziali justru karena timnya memenangkan laga. Ironis, tapi itulah jiwa
Irriducibili Lazio: persahabatan dan solidaritas ditempatkan di atas sepak bola itu sendiri.
Stadion Giuseppe Meazza Tanpa Banner dan Flare, 15 November 2007 Empat hari sebelumnya, seorang DJ terkenal di kota Roma, Gabriele Sandri, seorang pendukung ultras Lazio, menjadi korban tak berdosa dalam kerusuhan antara sekelompok suporter anarkis Juventus dan kepolisian kota Roma. Sandri tertembak di bagian belakang kepalanya oleh polisi. Kerusuhan pun meledak, menuntut keadilan. Tidak hanya karena para Laziali menyerang kantor polisi Roma, tapi juga di Milano, oleh Interisti menyerang kantor polisi Milano, menunjukkan solidaritasnya. Untuk menghormati Sandri, Inter menunda sehari pertandingan Inter vs Lazio di Stadio Giuseppe Meazza yang seharusnya digelar 14 November. Saat pertandingan berlangsung, Boys SAN Inter memprakarsai mengheningkan cipta selama 5 menit di stadion untuk menghormati Sandri. Dan malam itu, di Curva Nord Giuseppe Meazza, tempat para Interisti, sama sekali tidak terlihat sepotong pun spanduk, banner ataupun sebuah flare pun yang mereka nyalakan. Kelompok-kelompok ultras Inter hanya membentangkan sebuah spanduk besar dengan tulisan warna biru langit berlatar belakang biru gelap bertuliskan: “Gabriele Sandri, Kau Akan Selalu Berada di Hati Kami”.
Korban Berikutnya, Jersey No 12 SS Lazio, Minggu, 2 Mei 2010, Stadio Olimpico Roma dipenuhi pendukung Lazio dan Inter yang menantikan pertandingan Serie A giornata 36 musim 2009/2010. Pertandingan ini sangat menentukan bagi kedua tim. Bagi inter, memenangi pertandingan ini akan mempermudah meraih Scudetto, dan akan mengambil alih poisisi cappolista dari AS Roma yang sementara unggul 1 poin. Bagi Lazio memenangi pertandingan ini akan lebih mengamankan diri dari kemungkinan degradasi ke Serie B, karena saat itu Lazio berada di posisi 17 dan hanya terpaut 4 poin dari zona merah. Ritual gamellagio seperti pada pembuka tulisan ini pun dilakukan. Itu hal biasa. Yang luar biasa adalah banyak bendera Inter dan spanduk-spanduk pemberi semangat bagi Inter dikibarkan oleh Irriducibili Lazio. Yang paling mencengangkan tentu saja sebuah spanduk para Laziali yang ditujukkan kepada para pemain Lazio sendiri: "Kalau sampai menit ke 80 Lazio unggul, kami akan masuk ke lapangan!" Spanduk ini disita polisi tak lama kemudian tetapi muncul spanduk-spanduk lain yang tak kalah mengerikan: "Nando (maksudnya Fernando Muslera), biarkan bola melewatimu, dan kami akan tetap menyayangimu." "Zarate, satu gol saja kau cetak, kami paketkan kau ke Buenos Aires." Rupa-rupanya para pendukung Lazio ingin agar Inter mengalahkan timnya malam itu, untuk melicinkan jalan Inter menuju scudetto. Mereka lebih memilih risiko Lazio turun ke Serie B daripada Roma yang memperoleh scudetto. Suasana pertandingan pun menjadi sangat aneh. Lazio sama sekali tidak memperoleh dukungan fans-nya sendiri walaupun bermain di Olimpico. Sebaliknya Inter sebagai tamu justru memperoleh dukungan luar biasa. Setiap kali pemain Inter menguasai bola, para Laziali berteriak, "Biarkan mereka lewat!" Malam itu portiere Lazio, Fernando Muslera, bermain sangat gemilang. Tak kurang dari 10 penyelamatan luar biasa dilakukannya. Tiap kali Muslera menggagalkan gol Inter, teriakan cemoohan pun berkumandang ke arahnya. Akhirnya pada injury time babak pertama, tandukan Walter Samuel mengubah skor menjadi 0-1. Stadion bergelegar dan muncul spanduk ejekan dari Laziali bertuliskan, "Oh, Noooo Roma!" dan, "Scudetto Game Over, Roma!" Di babak kedua mental pemain Lazio (kecuali Muslera yang tetap bermain gemilang) pun runtuh. Kesalahan demi kesalahan dilakukan dan membuat Thiago Motta menggenapkan kemenangan Inter menjadi 0-2 di menit ke 70. Di akhir pertandingan, para pemain Lazio meninggalkan pertandingan dengan sedih dan marah karena merasa “dihianati” Laziali. Presiden Roma, Rosella Sensi mengecam habis-habisan ulah Laziali tersebut. Jose Mourinho hanya berkomentar pendek, "Saya belum pernah menyaksikan yang seperti ini." Asisten pelatih Lazio mengakui bahwa anak asuhnya sangat terpengaruh oleh suasana stadion dan tidak bisa menampilkan performa terbaiknya. Inter akhirnya merebut scudetto 2009/2010 dengan keunggulan 2 poin atas AS Roma. Syukurlah, Lazio mampu memenangi 2 laga sisa, terhindar degradasi dan menempati posisi akhir klasemen di urutan ke 12. Insiden ini membuat presiden Lazio, Claudio Lotito marah besar.
Tahun 2003 Lazio memutuskan untuk mengistirahatkan jersey no. 12 sebagai penghormatan pada Irriducibili Lazio sebagai "pemain ke 12". Tetapi karena kejadian ini (ditambah lagi dengan kehadiran politisi lawan Lotito di tribun Irriducibili Lazio beberapa pertandingan sebelumnya) maka jersey no. 12 ditarik kembali dari peristirahatannya dan pada musim 2010/2011 dipakai oleh portiere kedua Lazio, Tomasso Berni. Musim 2011/2012 jersey no 12 dipakai oleh difensore Marius Stankevicius. Satu bukti lagi, bahwa bagi Irriducibili Lazio, persahabatan dan solidaritas adalah yang terpenting.
Kawan dan Rival Bersama, Bagaimana di Indonesia? Sejarah telah berbicara, dan akhirnya menempatkan AS Roma, AC Milan dan Juventus sebagai rival bersama Lazio dan Inter. Di Indonesia, gamellagio Lazio-Inter ini masih sangat kurang terasa. Tak jarang Laziali dan Interisti justru terlibat perdebatan panas di berbagai grup dan fanpage. Padahal di Italia, persaudaraan ini demikian erat di dunia maya dan di dunia nyata. Yang telah ada adalah menempatkan AS Roma, AC Milan dan Juventus sebagai rival bersama. Satu keanehan lagi di Indonesia, Milanisti dan Juventini cenderung bersahabat, sementara di Italia, mereka berdua adalah rival.
(Dari berbagai sumber: Forum LaCurvaNord, LazioForever, ForzaInterForums, UltrasLazio dan IrriducibiliLazio).
Pemain Tampar Hakim Garis di Uruguay
Montevideo - Tindakan kasar pesepakbola terhadap ofisial pertandingan masih saja terjadi. Di Liga Utama Uruguay, seorang pemain Montevideo Wanderers menampar asisten wasit.
Peristiwa itu terjadi pekan lalu dalam pertandingan antara Danubio melawan Wanderers. Pertandingan sudah memasuki menit akhir dan Danubio yang sedang unggul 1-0 mencoba membuang waktu dengan menggiring bola ke sudut lapangan.
Mungkin karena dalam situasi yang genting, bek Wanderers Diogo malah berbuat kasar dengan menendang badan pemain Danubio alih-alih menendang bola; dan itu terjadi di hadapan hakim garis.
Hakim garis lantas memanggil wasit yang kemudian mengkartu merah Diogo. Para pemain Wanderers kemudian memprotes hakim garis yang tidak disebut namanya itu.
Menurut laporan The Sun, pada saat itulah kemudian Diogo bertindak nekat. Pemain berkebangsaan Brasil itu mendekati hakim garis dan lantas menamparnya!
Setelah melakukan aksi itu, Diogo lantas menuju bangku cadangan timnya. Setelah sampai di sana, Diogo kemudian menangis; mungkin karena menyadari kesalahan besar yang sudah ia perbuat.
"Saya tidak pernah melakukan yang seperti itu. Saya pergi dengan menangis karena saya telah bersalah kepada rekan-rekan setimnya, keluarga saya dan semua pendukung yang menyaksikan," masygul Diogo.
"Mereka melihat saya sebagai manusia, padahal saya bukan," sesal pemain bernama lengkap Diogo Malaquias itu.
Namun sepertinya penyesalan Diogo tersebut terbatas kepada rekan dan pendukung saja, tidak kepada hakim garis yang sudah dia kasari. Belum diketahui apa sanksi yang akan dijatuhkan kepada Diogo.
Foto: Diogo (paling kiri) saat menampar wasit (paling kanan). (screenshot YouTube)
Sumber
Peristiwa itu terjadi pekan lalu dalam pertandingan antara Danubio melawan Wanderers. Pertandingan sudah memasuki menit akhir dan Danubio yang sedang unggul 1-0 mencoba membuang waktu dengan menggiring bola ke sudut lapangan.
Mungkin karena dalam situasi yang genting, bek Wanderers Diogo malah berbuat kasar dengan menendang badan pemain Danubio alih-alih menendang bola; dan itu terjadi di hadapan hakim garis.
Hakim garis lantas memanggil wasit yang kemudian mengkartu merah Diogo. Para pemain Wanderers kemudian memprotes hakim garis yang tidak disebut namanya itu.
Menurut laporan The Sun, pada saat itulah kemudian Diogo bertindak nekat. Pemain berkebangsaan Brasil itu mendekati hakim garis dan lantas menamparnya!
Setelah melakukan aksi itu, Diogo lantas menuju bangku cadangan timnya. Setelah sampai di sana, Diogo kemudian menangis; mungkin karena menyadari kesalahan besar yang sudah ia perbuat.
"Saya tidak pernah melakukan yang seperti itu. Saya pergi dengan menangis karena saya telah bersalah kepada rekan-rekan setimnya, keluarga saya dan semua pendukung yang menyaksikan," masygul Diogo.
"Mereka melihat saya sebagai manusia, padahal saya bukan," sesal pemain bernama lengkap Diogo Malaquias itu.
Namun sepertinya penyesalan Diogo tersebut terbatas kepada rekan dan pendukung saja, tidak kepada hakim garis yang sudah dia kasari. Belum diketahui apa sanksi yang akan dijatuhkan kepada Diogo.
Foto: Diogo (paling kiri) saat menampar wasit (paling kanan). (screenshot YouTube)
Sumber
Inilah 23 Pemain Timnas ke Yordania
JAKARTA - Usai membekap Palestina dengan skor 4-1, pelatih Timnas Indonesia, Wim Rijsbergen menyusun draft para pemain yang akan dibawa ke Yordania.
Timnas Indonesia hanya akan berisi 23 pemain. Mereka di antaranya Okto Maniani, Arif Suyono, Zulkifly Sukur, Tony Sucipto dan Hamka Hamzah.
Gelandang bertahan Ahmad Bustomi tidak bisa ikut, karena masih menderita sakit gondongan. Sementara dua pemain lain Ian Luis Kabes dan Boaz Solossa sudah lebih dulu meninggalkan timnas karena alasan keperluan keluarga yang mendesak.
Tim akan berangkat 24 Agustus untuk berujicoba dengan timnas Yordania pada 27 Agustus. Selain untuk menguji Merah-Putih, keberangkatan timnas lebih awal ke Timur Tengah juga sebagai upaya aklimatisasi. Setelah dari Yordania mereka bertolak ke Iran untuk bertarung dalam laga perdana kualifikasi Grup E Pra-Piala Dunia 2014 zona Asia, pada 2 September.
Dari rilis yang dikeluarkan PSSI, berikut nama-nama pemain yang dibawa ke Yordania:
1) Markus H.
2) M. Roby
3) Ferry R.
4) M. Ilham
5) Hamka H.
6) M. Nasuha
7) Arif S.
8) Zulkifly S.
9) Tony S.
10) Beny W.
11)Wahyu W.
12) Irfan B.
13) C. Gonzales
14) Eka R.
15) Okto
16) Supardi
17) M.Ridwan
18) Bambang P.
19) Firman U.
20)Ferdinand S.
21) Made W.
22) Hariono
23) Amrizal
sumber
Timnas Indonesia hanya akan berisi 23 pemain. Mereka di antaranya Okto Maniani, Arif Suyono, Zulkifly Sukur, Tony Sucipto dan Hamka Hamzah.
Gelandang bertahan Ahmad Bustomi tidak bisa ikut, karena masih menderita sakit gondongan. Sementara dua pemain lain Ian Luis Kabes dan Boaz Solossa sudah lebih dulu meninggalkan timnas karena alasan keperluan keluarga yang mendesak.
Tim akan berangkat 24 Agustus untuk berujicoba dengan timnas Yordania pada 27 Agustus. Selain untuk menguji Merah-Putih, keberangkatan timnas lebih awal ke Timur Tengah juga sebagai upaya aklimatisasi. Setelah dari Yordania mereka bertolak ke Iran untuk bertarung dalam laga perdana kualifikasi Grup E Pra-Piala Dunia 2014 zona Asia, pada 2 September.
Dari rilis yang dikeluarkan PSSI, berikut nama-nama pemain yang dibawa ke Yordania:
1) Markus H.
2) M. Roby
3) Ferry R.
4) M. Ilham
5) Hamka H.
6) M. Nasuha
7) Arif S.
8) Zulkifly S.
9) Tony S.
10) Beny W.
11)Wahyu W.
12) Irfan B.
13) C. Gonzales
14) Eka R.
15) Okto
16) Supardi
17) M.Ridwan
18) Bambang P.
19) Firman U.
20)Ferdinand S.
21) Made W.
22) Hariono
23) Amrizal
sumber
Lagi, PSSI Tersandung Masalah Kontrak Staf Pelatih
Surabaya - Manajemen timnas Indonesia kembali mendapat sorotan, kali ini klub Persebaya 1927 mempermasalahkan rekrutmen Aji Santoso sebagai asisten pelatih.
Aji, bersama Widodo C. Putro, menjadi asisten pelatih Rahmad Darmawan di timnas U-23 yang sedang menggarap skuad muda Indonesia untk persiapan SEA Games XXVI November mendatang.
Selain mengganggu persiapan Bajul Ijo, CEO Persebaya Llano Mahardika mengatakan hingga kini tidak ada surat resmi dari manajemen timnas maupun Badan Tim Nasional (BTN) terkait masuknya Aji sebagai asisten pelatih Timnas U-23.
Llano pun tak tahu sampai kapan Aji di Timnas. Apakah Aji bekerja hingga SEA Games akhir tahun mendatang. Atau kerjanya bakal lebih panjang lagi.
"Hingga saat ini kami hanya dikonfirmasi melalui lisan. Tidak ada kesepakatan tertulis mengenai status Coach Aji," terang Llano, Minggu (7/8/2011).
Llano mengakui, dirinya memberikan izin meskipun PSSI hanya meminta secara lisan “sebab ini untuk kepentingan lebih besar. Negara."
Aji juga sempat menukangi tim senior sejak 23 Juli, sebelum pindah ke tim U-23. Namun hingga Minggu (7/8/11), PSSI belum juga memberikan kepastian. Padahal Taufiq dkk dijadwalkan mulai berlatih hari Senin (8/8/11).
Llano juga mengindikasikan bahwa hal yang sama terjadi terhadap Rahmad Darmawan, yang masih berstatus pelatih kepala Persija Jakarta. "Coba tanyakan juga ke manajemen Persija. Apa mereka sudah menerima surat tertulis soal status Pak Rahmad," lanjutnya.
Llano berharap manajemen timnas segera memberikan kepastian agar manajemen Bajul Ijo juga bisa memberikan kepastian mengenai status Aji di Gelora 10 November.
“Biar kita bisa ambil langkah apakah Aji tetap bersama kita, atau kita cari pengganti," tegas Llano.
Sebelumnya juga beredar kabar bahwa pelatih tim senior Wim Rijsbergen, yang didapuk menggantikan Alfred Riedl lewat pemecatan yang kontroversial, juga baru diminta bantuan secara lisan.
Meski sudah mengeluarkan bantahan, hingga kini PSSI belum mengeluarkan detail kontrak mantan pelatih PSM Makassar di Liga Primer Indonesia tersebut.[beritajatim/yob]
INILAH.COM
Aji, bersama Widodo C. Putro, menjadi asisten pelatih Rahmad Darmawan di timnas U-23 yang sedang menggarap skuad muda Indonesia untk persiapan SEA Games XXVI November mendatang.
Selain mengganggu persiapan Bajul Ijo, CEO Persebaya Llano Mahardika mengatakan hingga kini tidak ada surat resmi dari manajemen timnas maupun Badan Tim Nasional (BTN) terkait masuknya Aji sebagai asisten pelatih Timnas U-23.
Llano pun tak tahu sampai kapan Aji di Timnas. Apakah Aji bekerja hingga SEA Games akhir tahun mendatang. Atau kerjanya bakal lebih panjang lagi.
"Hingga saat ini kami hanya dikonfirmasi melalui lisan. Tidak ada kesepakatan tertulis mengenai status Coach Aji," terang Llano, Minggu (7/8/2011).
Llano mengakui, dirinya memberikan izin meskipun PSSI hanya meminta secara lisan “sebab ini untuk kepentingan lebih besar. Negara."
Aji juga sempat menukangi tim senior sejak 23 Juli, sebelum pindah ke tim U-23. Namun hingga Minggu (7/8/11), PSSI belum juga memberikan kepastian. Padahal Taufiq dkk dijadwalkan mulai berlatih hari Senin (8/8/11).
Llano juga mengindikasikan bahwa hal yang sama terjadi terhadap Rahmad Darmawan, yang masih berstatus pelatih kepala Persija Jakarta. "Coba tanyakan juga ke manajemen Persija. Apa mereka sudah menerima surat tertulis soal status Pak Rahmad," lanjutnya.
Llano berharap manajemen timnas segera memberikan kepastian agar manajemen Bajul Ijo juga bisa memberikan kepastian mengenai status Aji di Gelora 10 November.
“Biar kita bisa ambil langkah apakah Aji tetap bersama kita, atau kita cari pengganti," tegas Llano.
Sebelumnya juga beredar kabar bahwa pelatih tim senior Wim Rijsbergen, yang didapuk menggantikan Alfred Riedl lewat pemecatan yang kontroversial, juga baru diminta bantuan secara lisan.
Meski sudah mengeluarkan bantahan, hingga kini PSSI belum mengeluarkan detail kontrak mantan pelatih PSM Makassar di Liga Primer Indonesia tersebut.[beritajatim/yob]
INILAH.COM
City Mundur, MU Terdepan Gaet Sneijder?
![]() |
| k2-kotakita.blogspot.com |
Menurut La Gazzetta dello Sport, City dan Inter telah mencapai kesepakatan soal nilai transfer Sneijder sebesar 36 juta euro (Rp 442 miliar) dengan gaji enam juta euro untuk satu musim.
“Tidak,” sahut Mancini tegas kepada Sky Sports usai kekalahan 3-2 dari Manchester United di lag Community Shield. “Dia adalah pemain Inter Milan. Kami tak pernah berbicara mengenainya.”
Jika ini benar, maka Manchester United akan menjadi kandidat tunggal klub baru Sneijder, yang tampak terpukul atas kekalahan dari Milan di Piala Super Italia di Beijing Sabtu lalu.
Inter sendiri tak membantah rumor penjualan Sneijder, seperti diucap direktur Marco Branca, “Inter tidak akan menahan siapapun yang memang tidak ingin lagi di sini, kami juga tidak akan menjual siapapun yang masih bahagia di sini.”
Gelandang timnas Belanda itu mengakui masa depannya di Inter belum dipastikan karena Inter sedang membutuhkan dana. Ia berharap, semuanya bisa menjadi jelas usai laga timnas Belanda melawan Inggris Rabu nanti.
INILAH.COM
Mantan Pesepakbola Nasional Rusdy Bahalawan Meninggal
SURABAYA(Pos Kota)- Kabar duka menyelimuti sepakbola nasional. Legenda sepakbola Indonesia, Rusdy Bahalwan meninggal dunia, Minggu (7/8) malam. Rusdy meninggal dunia sekitar pukul 22.00 WIB di rumahnya dalam keadaan sakit dalam usia 64 tahun.
Legenda sepakbola kelahiran Surabaya sebelumnya mengalami degeneratif (kemunduran) sejak tahun 2004.
Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Perumahan Tenggilis Mejoyo Selatan, Surabaya, Jawa Timur dan rencananya akan dimakamkan pukul 15.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pegirikan Surabaya.
Hingga saat ini sejumlah pelayat dan tetangga mulai berdatang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada legenda sepakbola Surabaya dan nasional tersebut.
Rusdy Bahalwan lahir di Surabaya 7 Juni 1947, dari pasangan Ali Bahalwan dan Rugaiyah Baadillah. Rusdy menamatkan sekolah di SMAN 6, tahun 1966. Kemudian ia diterima di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair), 1967.
Saat kuliah di Unair, waktu Rusdy banyak dihabiskan untuk sepakbola. Ia sampai bolak-balik Surabaya-Jakarta untuk mengikuti training camp (TC) tim nasional. Pada akhirnya Rusdy memilih keluar dari Unair dan menekuni kariernya di sepakbola.
Sementara,sampai Senin (8/8)pagi, belum ada satu pun punggawa Persebaya yang takziah ke rumah Rusdy Bahalwan. Padahal Rusdy merupakan legenda tim yang bermarkas di Jalan Karanggayam 1, Surabaya itu.
Mulai tadi malam, hanya ada beberapa mantan pemain Persebaya yang terlihat takziah, seperti Soebodro, Maura Helly atau Ferril Raymond Hattu. Tak ada satupun pemain Persebaya yang terlihat di rumah duka, Jalan Rungkut Mejoyo Selatan I No 38 Surabaya.
Ketika dikonfirmasi, media relation Persebaya 1927, Ram Surahman, Senin mengatakan, rencananya pukul 12.00 nanti manajemen dan pemain akan takziah ke rumah Rusdy.
“Ini masih dikoordinasikan. Saat ini kami masih menghubungi masing-masing pemain,” terang Ram.(nurqomar/b)
Legenda sepakbola kelahiran Surabaya sebelumnya mengalami degeneratif (kemunduran) sejak tahun 2004.
Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Perumahan Tenggilis Mejoyo Selatan, Surabaya, Jawa Timur dan rencananya akan dimakamkan pukul 15.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pegirikan Surabaya.
Hingga saat ini sejumlah pelayat dan tetangga mulai berdatang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada legenda sepakbola Surabaya dan nasional tersebut.
Rusdy Bahalwan lahir di Surabaya 7 Juni 1947, dari pasangan Ali Bahalwan dan Rugaiyah Baadillah. Rusdy menamatkan sekolah di SMAN 6, tahun 1966. Kemudian ia diterima di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair), 1967.
Saat kuliah di Unair, waktu Rusdy banyak dihabiskan untuk sepakbola. Ia sampai bolak-balik Surabaya-Jakarta untuk mengikuti training camp (TC) tim nasional. Pada akhirnya Rusdy memilih keluar dari Unair dan menekuni kariernya di sepakbola.
Sementara,sampai Senin (8/8)pagi, belum ada satu pun punggawa Persebaya yang takziah ke rumah Rusdy Bahalwan. Padahal Rusdy merupakan legenda tim yang bermarkas di Jalan Karanggayam 1, Surabaya itu.
Mulai tadi malam, hanya ada beberapa mantan pemain Persebaya yang terlihat takziah, seperti Soebodro, Maura Helly atau Ferril Raymond Hattu. Tak ada satupun pemain Persebaya yang terlihat di rumah duka, Jalan Rungkut Mejoyo Selatan I No 38 Surabaya.
Ketika dikonfirmasi, media relation Persebaya 1927, Ram Surahman, Senin mengatakan, rencananya pukul 12.00 nanti manajemen dan pemain akan takziah ke rumah Rusdy.
“Ini masih dikoordinasikan. Saat ini kami masih menghubungi masing-masing pemain,” terang Ram.(nurqomar/b)
Scholes Ternyata Fans Berat Sneijder
INILAH.COM, Manchester - Mantan gelandang Manchester United Paul Scholes mengakui dirinya sangat berharap Wesley Sneider bisa menggantikannya sebagai gelandang jangkar Setan Merah.
Gelandang berkebangsaan Inggris itu memutuskan untuk gantung sepatu akhir musim ini. faktor usia yang sudah ttak muda lagi dipandang sebagai alasan utama dibalik keputusannya itu.
Scholes berharap MU bisa merealisasikan keinginan untuk mendapatkan gelandang Inter Milan Wesley Sneijder. Menurutnya, pemain berdarah Belanda itu adalah pemain yang sangat cocok menggantikan posisinya di MU.
Mantan gelandang klub gurem Oldham Athletic itu juga mengaku sangat mengidolai gaya bermain yang dimiliki Sneijder.
“Sneijder sangat brilian. Dia sangat brilian dalam semusim belakangan baik bersama Inter maupun timnas Belanda,” akunya pada Sunsports.
“Saya tidak yakin dia akan mengalami kegagalan seperti saat masih memperkuat Real Madrid. Dia adalah pemain kelas atas,” tambahnya.
“Saya yakin pasti banyak klub yang berlomba-lomba memburunya jika dia tidak terikat kontrak dengan Inter Milan,” pungkasnya.
Dalam keterangan pers terakhirnya, Sneijder telah dengan gamblang mengisyaratkan dirinya sangat ingin menjadi penghuni baru Stadion Old Trafford.[yob]
Ratusan Interisti Keroyok Seorang Milanisti
BEIJING, KOMPAS.com — Jelang pertandingan Piala Super Italia yang mempertemukan AC Milan dengan Inter Milan di Beijing, China, Sabtu (6/8/2011), suasana mulai memanas di antara pendukung kedua tim. Dilaporkan, seorang pendukung Milan (Milanisti) dikeroyok oleh ratusan pendukung Inter (Interisti) saat kedua tim melakukan sesi latihan.
Insiden itu terekam dalam dua foto yang dipublikasikan situs Caughtoffside. Di foto pertama, ratusan Interisti terlihat mengeroyok seorang pendukung yang mengenakan baju merah-hitam, seragam kebesaran Milan. Dua petugas keamanan berusaha mencegah aksi anarki tersebut. Di sini lain, beberapa di antara pendukung Interisti tampak cuek dengan memilih untuk mengabadikan momen itu.
Petugas keamanan tampak tak kuasa meredam aksi anarki Interisti. Seperti yang tergambar di foto kedua, beberapa Interisti berhasil melucuti kaus sang korban. Tak disebutkan secara jelas asal-muasal insiden tersebut dan kondisi sang korban. (CO)
Jelang Piala Super Italia , Eto'o Menuju Rekor
Milan - Penyerang Inter Milan, Samuel Eto'o berpeluang mencetak rekor gol baru di Piala Super Italia. Dengan mencetak satu gol akan cukup menjadikan dia sebagai top skorer di ajang tersebut.
Gelaran itu akan jadi kesempatan ketiga Eto'o tampil di duel antara peraih Scudetto dengan juara Coppa Italia tersebut. Sejauh ini penyerang internasional Kamerun itu sudah mengoleksi tiga gol.
Satu gol diukir Eto'o di penampilan perdananya tahun 2009 tapi ia gagal membawa La Beneamata berjaya lantaran kalah dari Lazio 1-2. Setahun berikutnya, pebola berusia 30 tahun ini dua kali menjebol gawang AS Roma untuk memenangkan timnya dengan skor 3-1.
Seperti dicatat statistik Opta Paolo, jika Eto'o sukses mencetak satu gol saja saat melawan AC Milan, Sabtu (6/8/2011), maka dia akan menjadi pencetak gol terbanyak Piala Super Italia.
Mantan Barcelona itu akan mengalahkan jumlah gol terbanyak yang diukir mantan striker Milan, Andriy Shevchenko dengan tiga gol. Gol-gol Sheva tersebut dicetaknya sekaligus dalam satu partai ketika tampil melawan Lazio, tujuh tahun silam.
Well, mampukah Eto'o mengukir rekor tersebut? Kita saksikan saja.
detiksport.com
Alvarez Berharap Tandai Debut dengan Manis
Sejak bergabung dengan Inter di akhir musim, Alvarez memang telah memainkan sejumlah laga pra-musim. Namun, pemain kidal 23 tahun ini belum pernah bermain di ajang resmi. Nah, di laga kontra Milan inilah Alvarez berharap bisa memainkan debut dan menandainya dengan hasil maksimal buat Nerazzurri.
“Ini akan menjadi pencapaian yang sangat penting bagi saya, bisa bermain untuk Inter (lawan Milan). Mewakili klub di China juga menjadi kehormatan buat saya,” ujar Alvarez sebagaimana dikutip Football-Italia, Rabu (3/8/2011).
“Saya berharap, Inter bisa melakukan yang terbaik di Piala Super nanti. Faktanya, saya yakin rekan setim dan saya akan melakukan segalanya untuk meraih sukses di sini,” sambungnya.
Meski sangat berharap diberi kesempatan memainkan debut, Alvarez menyerahkan semuanya kepada sang pelatih dalam menentukan komposisi pemain. Namun yang pasti, mantan pilar Velez Sarsfield ini siap memberikan yang terbaik, terlepas strategi apapun yang akan diterapkan Gasperini.
“Saya selalu siap sedia untuk membantu pelatih dan tim kapanpun mereka memanggil saya,” pungkas playmaker yang disebut-sebut memiliki gaya permainan mirip dengan mantan ikon AC Milan, Ricardo Kaka.
Dalam laga derby yang akan dimainkan di Bird Nest Stadium, Beijing-China, Sabtu (6/8/2011) malam WIB nanti, Gasperini kabarnya akan menurunkan skema andalannya 3-4-3 dengan trio Samuel Eto’o, Giampaolo Pazzini dan Alvarez di lini depan. Sementara itu, Wesley Sneijder yang tengah santer diisukan bakal merapat ke Manchester United juga akan dimainkan di laga ini. (acf)
Okezone.com
Malam Ini Ujian Pertama Timnas di PPD 2014
![]() |
| k2-kotakita.blospot.com |
Bermodalkan latihan lima hari di bawah arsitek baru, Wim Rijsbergen, persiapan tim Merah Putih terbilang mepet. Di tambah, sejumlah persoalan membelit persiapan timnas sebelumnya.
Dari 26 pemain yang disiapkan, hanya 18 pemain yang akhirnya bisa terbang ke Turkmenistan. Beberapa pilar timnas justru mengalami cedera seperti Irfan Bachdim, Hamka Hamzah, Kurnia Meiga. Sedangkan dua pemain yang siap tempur, Toni Sucipto dan Wahyu Wijiastanto justru tak bisa ikut bergabung karena masalah visa.
Tapi, Wim jauh-jauh hari sudah mengingatkan anak asuhnya. Pelatih asal Belanda ini menegaskan, pemainnya tidak boleh tertekan dengan situasi seperti ini.
"Perkembangan tim saat ini, para pemain semakin percaya diri," ujar Wim awal pekan lalu.
Wim pun berharap saat menjalani laga tandang berat nanti, anak-anak asuhnya dapat bermain lepas dan tidak merasa tertekan. "Saya berharap pemain tanpa tekanan. Para pemain harus siap bermain di bawah tekanan," kata Wim.
Fisik membaik
Meski dengan latihan dan persiapan yang mepet, namun dalam latihan terakhir timnas menunjukkan kabar yang menggembirakan. Fisioterapi Timnas, Mathias Ibo mengungkapkan dalam latihan terakhir ini, stamina para pemain mulai meningkat. "Saat ini, kondisi fisik pemain sudah 80 persen. Stamina meningkat dibanding sebelumnya," ujar Ibo.
Untuk terus meningkatkan stamina pemain, Ibo mengungkapkan pihaknya akan mengatur pola makan dan asupan gizi di waktu tersisa ini. "Pemain harus perbanyak vitamin dan istirahat," ujar Ibo.
Wim menganggap, dengan waktu persiapan yang minim, stamina pemain tidak bisa diharapkan dapat berada di level terbaik saat laga digelar. Namun, ia optimis para pemain dapat menampilkan laga terbaik.
Sebenarnya ini bukan kali pertama Timnas jumpa Turkmenistan. Dalam ajang Pra Piala Dunia 2006, Tim Garuda juga berada di Grup 8 bersama Turkmenistan.
Hasilnya, kedua tim saling menuai kemenangan di kandang sendiri. Bahkan, baik Turkmenistan dan Indonesia meraih kemenangan dengan skor yang identik.
Sama seperti sekarang, saat itu Indonesia harus tandang terlebih dahulu ke Turkmenistan. Pada laga 31 Maret 2004 itu, Timnas yang dilatih Ivan Kolev takluk 1-3. Dua gol Vladimir Bayramov dan Begench Kuliev hanya bisa dibalas oleh Budi Sudarsono pada menit 30.
Indonesia ganti menjadi tuan rumah pada 17 November 2004. Kali ini, Timnas yang dilatih Peter Withe sanggup mengandaskan Turkmenistan 3-1.
Ilham Jaya Kesuma menjadi bintang dalam pertandingan ini. Ilham yang kini memperkuat Mitra Kukar mencetak hat-trick pada menit 20, 47 dan 59. Tim tamu hanya bisa membalas satu gol lewat aksi Gurbangeldi Durdiyev.
Bukan hanya seimbang dalam skor pertandingan, dalam klasemen akhir Grup 8, baik Indonesia dan Turkmenistan sama-sama meraih 7 poin hasil 2 kemenangan, 1 imbang dan 3 kalah. Hanya saja, selisih gol Turkmenistan lebih baik.
Kini, tujuh tahun berselang, Indonesia dan Turkmenistan kembali bertemu, juga dalam ajang Pra Piala Dunia. Indonesia akan tandang terlebih dahulu ke Ashgabat pada 23 Juli 2011. Selanjutnya Tim Merah Putih ganti menjadi tuan rumah pada 28 Juli 2011. (ren)
Rekor pertemuan
09/03/2011
Pra-Olimpiade: Turkmenistan vs Indonesia 1-0
24/02/2011
Pra-Olimpiade: Indonesia vs Turkmenistan 1-3
31/03/2004
Kualifikasi Piala Dunia: Turkmenistan vs Indonesia 3-1
17/11/2004
Kualifikasi Piala Dunia: Indonesia vs Turkmenistan 3-1
• VIVAnews
Peran Paku Buwono X dalam persepakbolaan nasional
Rum kuncaraning bangsa dumuning haning luhuring budaya (keharuman dan kebesaran suatu bangsa terletak di keluhuran budayanya)–Paku Buwono (PB) X.
Berkaitan dengan dilaksanakannya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Kota Solo, saya ingin memaparkan bagaimana Kota Solo memiliki sejarah yang tidak bisa dipisahkan dengan persebakbolaan nasional. Sejarah itu terkait peran Sahandap Sampeyandalem Paku Buwono (PB) X, salah satu raja dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Sejarah lahirnya PSSI tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB) atau Perserikatan Sepak Bola di Solo zaman Hindia Belanda. Vorstenlandsche Voetbal Bond juga dikenal sebagai pelopor dunia persepakbolaan di Indonesia, karena didirikan sebelum bermunculannya klub-klub sepak bola. Kala itu jelas PSSI belum lahir. Pada 1923 VVB didirikan oleh Sastrosaksono dari Klub Mars serta RNg Reksodiprojo dan Sutarman dari Klub Romeo.
Kemudian pada 1928 oleh Soemokartiko nama VVB diganti menjadi Persatuan Sepak Bola Indonesia Solo (Persis). Solo membuktikan rasa nasionalismenya dengan berani menggunakan kata Indonesia kali pertama sebagai nama klub kesebelasan lokal. Hal ini juga tidak terlepas dari peran PB X yang saat itu mendukung baik langsung maupun tidak langsung perkembangan kebangkitan nasional yang ditandai dengan banyak berdirinya organisasi-organisasi sosial dan politik di Kota Solo.
Pada 19 April 1930 di Jogja digagas untuk membentuk Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia (PSSI) dengan dukungan beberapa klub kesebelasan seperti Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ), Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB), Persatuan Sepak Raga Mataram (PSM) Jogja, Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB) Solo, Madioensche Voetbal Bond (MVB), Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM) dan Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Kemudian pada tahun yang sama PSSI di Kota Solo diubah menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Saat itu Ir Soeratin Sosrosoegondo, lulusan Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman, dipilih menjadi Ketua PSSI yang pertama.
Bangun stadion
Kedekatan Ir Soeratin dengan Gusti Kanjeng Pangeran Hario (GKPH) Soerijohamidjojo menjadi jalan atas berdirinya Stadion Sriwedari, Solo (Riwayat dan Falsafah Hidup Ingkang Sinuhun Sri Susuhunan Paku Buwono X, tulisan RM Karno). Dengan perantaraan GKPH Soerijohamidjojo, keinginan untuk membangun stadion sendiri diutarakan kepada PB X.
Keinginan tersebut dikabulkan oleh Sinuhun PB X dengan memerintahkan RNg Tjondrodipoero dari bagian Kartiprojo Keraton (sekarang Dinas Pekerjaan Umum/DPU) serta RM Ng Sontroprojo serta seorang Belanda bernama Zeylman untuk membangun stadion dengan memotong sisi barat Taman Sriwedari milik PB X. Perintah Sinuhun agar stadion ini dibangun dengan taraf internasional yang dilengkapi penerangan untuk pertandingan malam hari serta dilengkapi tribun penonton yang mampu menampung sekitar 5.000 orang berikut lintasan untuk olah raga lari (sekarang atletik) di sekeliling lapangan. Perencanaan stadion dipercayakan kepada Mr Zeylman dengan menghabiskan biaya sebesar 30.000 gulden. Penanggung jawab pembangunan adalah RM Ng Tjondrodiprojo beserta 100 pekerja. Pembangunan dilaksanakan selama 8 bulan, dimulai pada 1932.
Setelah selesai dikerjakan, stadion ini menjadi satu-satunya stadion bertaraf internasional di Indonesia buatan putra Indonesia saat itu yang mengadopsi teknik penyerapan air hujan di tengah lapangan. Stadion yang kemudian diberi nama Stadion Sriwedari ini kemudian diresmikan penggunaannya oleh Bandara Pangeran Hario (BPH) Panoelar mewakili Sinuhun Paku Buwono X pada 1933 dengan menyerahkan pengelolaan stadion kepada Ir Soeratin.
Sejak 1933 Indonesia memiliki stadion bertaraf internasional pertama karya anak bangsa yang layak disejajarkan dengan Stadion Menteng, Jakarta, milik Nederlandsch Indisch Voetbal Unie (NIVU) atau PSSI-nya Hindia Belanda saat itu. Pada 9 September 1946 Stadion Sriwedari dipergunakan sebagai ajang kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) I.
Siaran langsung
Pada 1934 Persis Solo menyelenggarakan pertandingan sepak bola dan untuk kali pertama disiarkan secara langsung melalui radio. Ir Soeratin dan GKPH Soerijohamidjojo menggagas rencana tersebut dengan menghadap PB X. Hal ini dilakukan karena saat itu radio satu-satunya di Kota Solo adalah Soloche Radio Vereeniging (SRV) yang merupakan anggota Nederlandsch Indische Radio Omroep Maatschappij (NIROM).
Salah satu persyaratan untuk mengadakan siaran langsung adalah mengumandangkan lagu kebangsan Belanda Wilhelmus van Nassouwe terlebih dahulu. PB X mendukung gagasan tersebut dengan membiayai GKPH Soerijohamidjojo untuk berangkat ke Bandung membeli peralatan untuk melakukan siaran radio tersebut. Bagi PB X saatnya untuk menunjukkan kemampuan Keraton Surakarta Hadiningrat saat itu yang merupakan salah satu pendukung berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk memiliki radio sendiri. Hal ini dibuktikan dengan memberi nama Siaran Radio Indonesia (SRI) sebagai nama radio milik Keraton Kasunanan Surakarta tersebut.
Studio dan pemancar SRI didirikan di salah satu sudut pendapa rumah GKPH Soerijohamidjojo, di lingkungan Baluwarti, dan memulai siaran perdananya dengan menyiarkan pertandingan sepak bola tersebut secara langsung. Atas perintah Sinuhun PB X setiap siaran sepak bola dari stadion Sriwedari harus diawali dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya walaupun saat itu belum dinyatakan sebagai lagu kebangsaan Indonesia. Mulai 1934 siaran sepak bola dapat didengar oleh masyarakat Indonesia di sekitar Surakarta hingga Jogja, Madiun, Pacitan dan Salatiga. Sementara itu untuk pembukaan siaran SRI memperdengarkan gending Srikaton.
Tentu saja apa yang dilakukan oleh PB X yakni pembangunan Stadion Sriwedari dan pendirian SRI mengandung risiko, apalagi keberanian beliau menggunakan kata Indonesia serta membangun stadion untuk masyarakat pribumi yang saat itu sama sekali belum bisa menikmati stadion yang begitu bagus.
Salah satu akibat yang diterima PB X adalah pelarangan pengibaran bendera Goela Kelapa sebagai bendera kebangsaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat saat itu di seluruh wilayah kerajaan, kecuali di ibu kota kerajaan saja.
Ada sesuatu yang menarik dari kiprah PB X dalam kancah persepakbolaan nasional walaupun tidak terjun secara langsung. Salah satu dari perkembangan sepak bola Indonesia saat itu salah satunya diawali dari Kota Solo. Saat sepak bola dikenal bangsa Indonesia, pada saat itu tidak bisa mempergunakan stadion yang dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda. PB X pun mengizinkan Alun-alun Kidul (Selatan) Keraton Kasunanan Surakarta dipergunakan sebagai tempat latihan dan pertandingan sepak bola bagi orang-orang pribumi. Tidak salah kalau kebesaran Persis Solo yang menjuarai tujuh kali liga perserikatan tidak lepas dari peran PB X.
Lebih dari pada itu ada satu benang merah dengan dipilihnya Solo sebagai tuan rumah Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI tahun ini. Solo memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan persepakbolaan nasional dan tidak bisa dilepaskan begitu saja dengan kiprah PB X. Pesan yang disampaikan oleh Sinuhun PB X adalah tentang pentingnya mengedepankan kepentingan nasional dibandingkan kepentingan pribadi atau kelompok.
Hal itu bisa dilihat dari keputusan-keputusan beliau untuk membangun Stadion Sriwedari dan membangun pemancar berikut studio Radio SRI. Bahkan hingga kini pun PB X tidak pernah mengharapkan penghargaan atas apa yang sudah dikorbankannya. Sabda PB X di atas mengandung pelajaran kebesaran suatu bangsa harus dilandasi dari keluhuran budaya bangsa itu.
Semoga hasil Kongres Luar Biasa PSSI ini mampu memberikan kesejahteraan dan kemaslahatan bagi masyarakat dan bangsa. Caranya dengan meninggalkan kepentingan pribadi dan golongan serta mengedepankan kerja bersama untuk kepentingan bersama pula. Memayu hayuning bawono, sepi ing pamrih, rame ing gawe.
Bambang Ary Wibowo, Anggota Badan Promosi Pariwiata Indonesia Surakarta
Berkaitan dengan dilaksanakannya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Kota Solo, saya ingin memaparkan bagaimana Kota Solo memiliki sejarah yang tidak bisa dipisahkan dengan persebakbolaan nasional. Sejarah itu terkait peran Sahandap Sampeyandalem Paku Buwono (PB) X, salah satu raja dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Sejarah lahirnya PSSI tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB) atau Perserikatan Sepak Bola di Solo zaman Hindia Belanda. Vorstenlandsche Voetbal Bond juga dikenal sebagai pelopor dunia persepakbolaan di Indonesia, karena didirikan sebelum bermunculannya klub-klub sepak bola. Kala itu jelas PSSI belum lahir. Pada 1923 VVB didirikan oleh Sastrosaksono dari Klub Mars serta RNg Reksodiprojo dan Sutarman dari Klub Romeo.
Kemudian pada 1928 oleh Soemokartiko nama VVB diganti menjadi Persatuan Sepak Bola Indonesia Solo (Persis). Solo membuktikan rasa nasionalismenya dengan berani menggunakan kata Indonesia kali pertama sebagai nama klub kesebelasan lokal. Hal ini juga tidak terlepas dari peran PB X yang saat itu mendukung baik langsung maupun tidak langsung perkembangan kebangkitan nasional yang ditandai dengan banyak berdirinya organisasi-organisasi sosial dan politik di Kota Solo.
Pada 19 April 1930 di Jogja digagas untuk membentuk Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia (PSSI) dengan dukungan beberapa klub kesebelasan seperti Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ), Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB), Persatuan Sepak Raga Mataram (PSM) Jogja, Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB) Solo, Madioensche Voetbal Bond (MVB), Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM) dan Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Kemudian pada tahun yang sama PSSI di Kota Solo diubah menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Saat itu Ir Soeratin Sosrosoegondo, lulusan Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman, dipilih menjadi Ketua PSSI yang pertama.
Bangun stadion
Kedekatan Ir Soeratin dengan Gusti Kanjeng Pangeran Hario (GKPH) Soerijohamidjojo menjadi jalan atas berdirinya Stadion Sriwedari, Solo (Riwayat dan Falsafah Hidup Ingkang Sinuhun Sri Susuhunan Paku Buwono X, tulisan RM Karno). Dengan perantaraan GKPH Soerijohamidjojo, keinginan untuk membangun stadion sendiri diutarakan kepada PB X.
Keinginan tersebut dikabulkan oleh Sinuhun PB X dengan memerintahkan RNg Tjondrodipoero dari bagian Kartiprojo Keraton (sekarang Dinas Pekerjaan Umum/DPU) serta RM Ng Sontroprojo serta seorang Belanda bernama Zeylman untuk membangun stadion dengan memotong sisi barat Taman Sriwedari milik PB X. Perintah Sinuhun agar stadion ini dibangun dengan taraf internasional yang dilengkapi penerangan untuk pertandingan malam hari serta dilengkapi tribun penonton yang mampu menampung sekitar 5.000 orang berikut lintasan untuk olah raga lari (sekarang atletik) di sekeliling lapangan. Perencanaan stadion dipercayakan kepada Mr Zeylman dengan menghabiskan biaya sebesar 30.000 gulden. Penanggung jawab pembangunan adalah RM Ng Tjondrodiprojo beserta 100 pekerja. Pembangunan dilaksanakan selama 8 bulan, dimulai pada 1932.
Setelah selesai dikerjakan, stadion ini menjadi satu-satunya stadion bertaraf internasional di Indonesia buatan putra Indonesia saat itu yang mengadopsi teknik penyerapan air hujan di tengah lapangan. Stadion yang kemudian diberi nama Stadion Sriwedari ini kemudian diresmikan penggunaannya oleh Bandara Pangeran Hario (BPH) Panoelar mewakili Sinuhun Paku Buwono X pada 1933 dengan menyerahkan pengelolaan stadion kepada Ir Soeratin.
Sejak 1933 Indonesia memiliki stadion bertaraf internasional pertama karya anak bangsa yang layak disejajarkan dengan Stadion Menteng, Jakarta, milik Nederlandsch Indisch Voetbal Unie (NIVU) atau PSSI-nya Hindia Belanda saat itu. Pada 9 September 1946 Stadion Sriwedari dipergunakan sebagai ajang kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) I.
Siaran langsung
Pada 1934 Persis Solo menyelenggarakan pertandingan sepak bola dan untuk kali pertama disiarkan secara langsung melalui radio. Ir Soeratin dan GKPH Soerijohamidjojo menggagas rencana tersebut dengan menghadap PB X. Hal ini dilakukan karena saat itu radio satu-satunya di Kota Solo adalah Soloche Radio Vereeniging (SRV) yang merupakan anggota Nederlandsch Indische Radio Omroep Maatschappij (NIROM).
Salah satu persyaratan untuk mengadakan siaran langsung adalah mengumandangkan lagu kebangsan Belanda Wilhelmus van Nassouwe terlebih dahulu. PB X mendukung gagasan tersebut dengan membiayai GKPH Soerijohamidjojo untuk berangkat ke Bandung membeli peralatan untuk melakukan siaran radio tersebut. Bagi PB X saatnya untuk menunjukkan kemampuan Keraton Surakarta Hadiningrat saat itu yang merupakan salah satu pendukung berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk memiliki radio sendiri. Hal ini dibuktikan dengan memberi nama Siaran Radio Indonesia (SRI) sebagai nama radio milik Keraton Kasunanan Surakarta tersebut.
Studio dan pemancar SRI didirikan di salah satu sudut pendapa rumah GKPH Soerijohamidjojo, di lingkungan Baluwarti, dan memulai siaran perdananya dengan menyiarkan pertandingan sepak bola tersebut secara langsung. Atas perintah Sinuhun PB X setiap siaran sepak bola dari stadion Sriwedari harus diawali dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya walaupun saat itu belum dinyatakan sebagai lagu kebangsaan Indonesia. Mulai 1934 siaran sepak bola dapat didengar oleh masyarakat Indonesia di sekitar Surakarta hingga Jogja, Madiun, Pacitan dan Salatiga. Sementara itu untuk pembukaan siaran SRI memperdengarkan gending Srikaton.
Tentu saja apa yang dilakukan oleh PB X yakni pembangunan Stadion Sriwedari dan pendirian SRI mengandung risiko, apalagi keberanian beliau menggunakan kata Indonesia serta membangun stadion untuk masyarakat pribumi yang saat itu sama sekali belum bisa menikmati stadion yang begitu bagus.
Salah satu akibat yang diterima PB X adalah pelarangan pengibaran bendera Goela Kelapa sebagai bendera kebangsaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat saat itu di seluruh wilayah kerajaan, kecuali di ibu kota kerajaan saja.
Ada sesuatu yang menarik dari kiprah PB X dalam kancah persepakbolaan nasional walaupun tidak terjun secara langsung. Salah satu dari perkembangan sepak bola Indonesia saat itu salah satunya diawali dari Kota Solo. Saat sepak bola dikenal bangsa Indonesia, pada saat itu tidak bisa mempergunakan stadion yang dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda. PB X pun mengizinkan Alun-alun Kidul (Selatan) Keraton Kasunanan Surakarta dipergunakan sebagai tempat latihan dan pertandingan sepak bola bagi orang-orang pribumi. Tidak salah kalau kebesaran Persis Solo yang menjuarai tujuh kali liga perserikatan tidak lepas dari peran PB X.
Lebih dari pada itu ada satu benang merah dengan dipilihnya Solo sebagai tuan rumah Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI tahun ini. Solo memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan persepakbolaan nasional dan tidak bisa dilepaskan begitu saja dengan kiprah PB X. Pesan yang disampaikan oleh Sinuhun PB X adalah tentang pentingnya mengedepankan kepentingan nasional dibandingkan kepentingan pribadi atau kelompok.
Hal itu bisa dilihat dari keputusan-keputusan beliau untuk membangun Stadion Sriwedari dan membangun pemancar berikut studio Radio SRI. Bahkan hingga kini pun PB X tidak pernah mengharapkan penghargaan atas apa yang sudah dikorbankannya. Sabda PB X di atas mengandung pelajaran kebesaran suatu bangsa harus dilandasi dari keluhuran budaya bangsa itu.
Semoga hasil Kongres Luar Biasa PSSI ini mampu memberikan kesejahteraan dan kemaslahatan bagi masyarakat dan bangsa. Caranya dengan meninggalkan kepentingan pribadi dan golongan serta mengedepankan kerja bersama untuk kepentingan bersama pula. Memayu hayuning bawono, sepi ing pamrih, rame ing gawe.
Bambang Ary Wibowo, Anggota Badan Promosi Pariwiata Indonesia Surakarta
Djohar Arifin Husin Ketua Umum PSSI 2011-2015
Solo - Melalui voting dua putaran, Djohar Arifin Husin terpilih sebagai ketua umum PSSI yang baru untuk periode 2011-2015 dalam Kongres Luar Biasa PSSI di Solo, Sabtu (9/7/2011). Ia mengalahkan Agusman Effendi.
Hasil perhitungan voting putaran kedua, Djohar mendapatkan 61 suara. Sedangkan rivalnya, Agusman, hanya 38. Satu suara dinyatakan tidak sah karena mencatumkan nama di luar keduanya. Ketua sidang Agum mengesahkan hasil perhitungan tersebut pada pukul 13.50 WIB.
Dengan demikian mantan Sekjen KONI yang juga staf ahli Menpora itu dipastikan memimpin PSSI selama empat tahun ke depan.
Di putaran pertama, Djohar unggul dengan 53 suara, sedangkan Agusman 39. Japto Soerjosoemarno yang sebenarnya menempati posisi ketiga dan lolos ke putaran kedua, menyatakan mundur untuk meneruskan proses pemilihan.
Setelah perhitungan suara tahap pertama selesai, ketua sidang Agum Gumelar sempat menawarkan jeda beberapa menit, namun sebagian besar peserta menolak dan ingin proses pemungutan suara langsung dilanjutkan.
Agenda selanjutnya adalah pemilihan calon wakil ketua umum. Saat berita ini diturunkan sidang diskorsing selama satu jam untuk istirahat, salat, dan makan siang.
sumber : Detik.com
Hasil perhitungan voting putaran kedua, Djohar mendapatkan 61 suara. Sedangkan rivalnya, Agusman, hanya 38. Satu suara dinyatakan tidak sah karena mencatumkan nama di luar keduanya. Ketua sidang Agum mengesahkan hasil perhitungan tersebut pada pukul 13.50 WIB.
Dengan demikian mantan Sekjen KONI yang juga staf ahli Menpora itu dipastikan memimpin PSSI selama empat tahun ke depan.
Di putaran pertama, Djohar unggul dengan 53 suara, sedangkan Agusman 39. Japto Soerjosoemarno yang sebenarnya menempati posisi ketiga dan lolos ke putaran kedua, menyatakan mundur untuk meneruskan proses pemilihan.
Setelah perhitungan suara tahap pertama selesai, ketua sidang Agum Gumelar sempat menawarkan jeda beberapa menit, namun sebagian besar peserta menolak dan ingin proses pemungutan suara langsung dilanjutkan.
Agenda selanjutnya adalah pemilihan calon wakil ketua umum. Saat berita ini diturunkan sidang diskorsing selama satu jam untuk istirahat, salat, dan makan siang.
sumber : Detik.com
Powered by Blogger.















